Kamis, 17 Desember 2015

Bahagia

Sebenarnya apa sih tujuan hidup ini? Bahagia. Iya, menurut aku tujuan hidup ini adalah bahagia. Bahagia dimana? Di semua aspek, kita inginnya tentu seperti itu. Bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Begitu juga dengan cinta. Tujuan dari mencintai dan dicintai adalah bahagia.

Jika mencintai tidak membuatmu bahagia, maka dia bukan cinta yang sesungguhnya untukmu. Jika dicintai tidak membuatmu bahagia, maka dia juga bukan cinta yang sesungguhnya untukmu.

Jangan berharap orang membahagiakanmu, karena itu akan membuatmu lelah. Daripada berupaya membuat orang membahagiakanmu, lebih baik ciptakan bahagiamu sendiri. Bahagiakan dirimu sendiri. Karena seburuk apapun dirimu yang kami kira-atau mereka kira-, kamu tetap layak bahagia.

enambelasdesemberduaribulimabelas

Rabu, 16 Desember 2015

:(

Hai orang yang pernah aku sebut di blog ini sebagai orang yang sudah mengajarkan aku ketulusan.

Kenapa baru cerita? Sebenarnya aku udah tau beberapa hari yang lalu. Tapiiii denger langsung dari mulut kamu ituu rasanyaa sedih banget, aku sampe nangis :(

Kalo kamu beranggapan aku sedang berbahagia dan malah bikin kamu ga enak buat cerita, itu malah bikin aku sedih.

Maaf aku tidak ada di masa-masa sulit kamu, maaf tidak berada di samping kamu.

Aku berharap kamu lebih bahagia setelah ini, bagaimana pun jalan yang kamu lalui nanti :")

limabelasdesemberduaribulimabelas

Senin, 14 Desember 2015

Kajian Singkat

Kita bahas yang agak serius dikit yaa. Jadi hari ini aku sama keluarga ikut pengajian ustad aam di padalarang. Ustad aam bisa dibilang salah satu ustadz favorit aku, karena dalam penyampaian ceramah beliau ga kaku, tapi ngena. 
Nah ada beberapa pokok kajian yang aku dapet tadi siang. Singkat aja yaa.
Kenapa kita harus berbuat baik di dunia? Karena tidak akan ada lagi kesempatan untuk berbuat baik ketika nyawa kita sudah dicabut. Ketika nyawa kita sudah kembali pada Allah, apalagi saat hari kiamat, boro2 nolongin orang, peduli sama orang aja engga. Kita ga akan peduli dengan nasib orang lain, ga akan nolongin mereka. Siapapun mereka. Ibu tidak akan menolong anaknya dan sebaliknya, suami tidak akan menolong istrinya dan sebaliknya. Semua orang akan sibuk dengan urusannya masing2. Oleh karena itu kesempatan kita berbuat baik hanya ada saat kita masih ada di dunia. Kesempatan ini harus dimanfaatkan karena kita tidak pernah tau sampe kapan kesempatan ini masih Allah kasih. 
Dunia ini adalah tempat pertarungan antara manusia dengan syaitan. Selama kita hidup, syaitan tidak akan pernah berhenti menggoda manusia. Seperti yang telah disebutkan Alquran bahwa syaitan adalah musuh yang nyata. Sesepele apapun kegiatan kita, kadang kala syaitan selalu hadir. Ketika bangun pagi untuk solat subuh, syaitan akan membisikkan : '5menit lagi..'  disitu lah pertarungan manusia dengan syaitan. Mau nurutin 5 menit lagi berarti syaitan menang. Tapi kalo kita bangun, wudhu dan solat, maka syaitan kalah.

Jadi jangan biarin syaitan menang yaa guys :)

sembilandesemberduaribulimabelas

Minggu, 13 Desember 2015

..

Cuma Allah yang tau takdir hidup setiap orang.

tigabelasdesemberduaribulimabelas

Kamis, 10 Desember 2015

Keputusan Hari Ini

Hari ini aku memutuskan untuk kembali membuka hati, memberikan kesempatan ketiga, dan memutuskan untuk melupakan kejadian setahun yang lalu, kejadian yang membuatku menutup hati cukup lama, kejadian yang membuat kita jauh. Jika pada akhirnya kita bersatu, aku bisa menerima mungkin ini adalah jalan yang perlu kita lalui. Mungkin jalannya memang begini, harus dengan berpisah cukup lama tanpa status.
Jika kau tanya apakah aku sudah memaafkan?jelas sudah. Aku sudah memaafkan sejak seminggu setelah kejadian itu. Tapi untuk menerima, hingga kemarin aku masih belum bisa menerima. Tapi hari ini, aku memutuskan untuk menutup lembar yang lalu dan mencoba memulainya kembali bersamamu. Semoga kamu tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ketiga ini. Karena aku berharap bahwa tidak perlu lagi ada kesempatan keempat dan seterusnya karena aku berdoa yang kemarin tidak akan pernah terulang

duapuluhdelapannovemberduaribulimabelas

Rabu, 02 Desember 2015

Last Day

Hari yang aku tunggu-tunggu selama sebulanan ini akhirnya datang juga. Ya, hari ini aku last day di tempatku kerja sekarang. Gimana rasanya? Biasa aja. Seperti yang aku bilang, beberapa temenku yang mau resign ngerasa galau. Tapi aku enggak, seneng juga enggak. Jadi biasa aja hehe.

Hari pun berjalan sangat biasa, seperti biasa aja, cuma bedanya aku agak riweuh aja di jam sore karena harus over handle (dan ternyataa kerjaan aku banyak yang harus di overhandle wkwk). Sorenya pamitan sama orang sekantor. Sebagian besar dari mereka kaget, karena emang ga banyak yang tau. Atas beberapa permintaan, aku setuju untuk merahasiakan untuk sementara waktu mengenai rencana resignku.

Cukup banyak yang harus aku lakukan hari ini. Menyalin setiap data pribadi yang aku simpan di laptop kantor, me log out semua akun di laptop, membawa seluruh barang dan banyak lainnya. Ternyata tidak se simple yang aku bayangkan.

Bagaimana rasanta resign? Hmm bagiku ini biasa saja. Sampai aku melangkahkan kaki keluar kantor, aku merasa bahwa ini bukan hari terakhir aku bekerja disana, rasanya seperti besok pagi aku akan datang lagi dan bekerja seperti biasa. Meskipun bukan itu yang aku inginkan. Tidak ada perasaan senang, juga tidak ada perasaan sedih. Sedih memang meninggalkan mereka, teman-teman kerja yang menyenangkan seperti mereka. Tapi aku tidak menyesal. Bagaimana pun aku tidak memiliki masalah dengan siapapun yang membuat aku memutuskan untuk keluar. Aku masuk ke perusahaan ini baik-baik dan keluar dengan cara yang baik-baik juga :)

Jadi intinya, hari yang aku tunggu selama 1 month notice ini, berjalan biasa saja. Rencana untuk foto bareng boro-boro kelaksana, karena aku keburu riweuh dengan overhandle dan segala perkakas yang harus aku bereskan sebelum ganti orang.

duapuluhtujuhnovemberduaribulimabelas

Menghargai itu bisa dengan banyak cara

Menghargai itu bisa dengan banyak cara. Bisa dengan kata, perilaku, tatapan mata, cara kita melihat, cara duduk, cara tersenyum. Banyak. Kita bisa menghargai orang dengan banyak cara. Kita bisa menghargai orang dari setiap perilaku yang kita keluarkan.

Sekali lagi, menghargai itu bisa dilakukan dengan banyak cara, tidak hanya melalui kata.

limadesemberduaribulimabelas

Kamis, 26 November 2015

Alhamdulillah :')

TARAAAAAA!!
Alhamdulillah..
Aku selalu percaya bahwa Allah selalu kasih apa yang kita inginkan meski kadang menurut kita terlambat, tapi sebenarnya itu adalah waktu yang paling tepat. Makasih yaa Allah :')

duapuluhtujuhnovemberduaribulimabelas

Besok, last day

Temenku bilang, aku mati rasa. Bagaimana tidak? Besok adalah hari terakhir aku kerja di perusahaan yang sekarang, tapi aku sama sekali ga ngerasain yang namanya sedih, galau atau semacamnya. Berbeda dengan beberapa temanku yang mereka udah resign lebih dulu, aku lihat mereka galau dan mereka juga sempet cerita kalo mereka baper. Tapiii kenapa aku engga? Mungkin aku lelah? Gatau deh. Mungkin kalian yang baca ini, bakalan ngira kalo aku ga sedih karena aku ada masalah di kantor. Tapi enggak ko. Sama sekali enggak. Seriusan deh. Aku sama sekali ga ada masalah baik masalah pekerjaan, masalah dengan karyawan, atasan, bawahan. Sama sekali enggak. Yaa pusing dikit masalah kerjaan wajar lah yaa.. Mana ada kerjaan yang selamanya enak. Mau nyari ke ujung dunia juga aku ga bakalan nemuin. Kalo masalah sama temen kantor, ga ada. Mereka semua baik-baik dan bersahabat koo.
Mungkin aku belum galau aja, mungkin besok pas last day aku bakalan galau atau nangis. Aku emang susah nangis sih, hehe. Oke deh kita lihat aja besok yaa, apa aku bakalan baper juga atau enggak :")

duapuluhtujuhnovemberduaribulimabelas

Pindah Kota :')

Mas Noto atau biasa aku panggil Mas No, hari datang. Mas No adalah ponakannya ayah. Ibunya Mas No itu kakaknya ayah. Orang Tegal, tapi waktu masih bujangan saat keluargaku pindah ke Medan, Mas No ikut ke Medan. Dan saat keluarga kami pindah ke Bandung, Mas No nyangkut disana karena dapet orang Medan, hehe. Sampe sekarang dia masih tinggal di Medan sama keluarganya.

Kedatangan Mas No ke Bandung membawa banyak cerita. Cerita apa aja, tentang Medan dan sekitarnya, itu topik yang paling banyak dibahas. Denger cerita Mas No mengenai Medan, rasanya aku kangen Medan. Medan itu kota besar yang jadi ibukota Sumatera Utara. Inget banget waktu pertama kali pindah ke Medan, rasanya kota itu bener-bener asing buat aku. Selama hidup, keluarga aku emang suka pindah-pindah, mengikuti lokasi kerja ayah yang memang sering dipindah-pindah dari kantornya. Aku sendiri lahir di Jakarta sampai umur 4 tahun, lalu pindah ke Padang. Di Padang sampe selesai kelas 3 SD. Setelah itu keluarga kami pindah Medan. Di Medan ini cukup lama, dari aku kelas 4 SD sampe kelas 2 SMA. Hanya aja, pas tamat SMP, aku ikut Kak Anis untuk tinggal di Jakarta. Jadi misah sama ibu, ayah dan Dila. Tamat SMA, aku ikut keluarga pindah ke Bandung, sampe sekarang. Dan sekarang, ayah udah pensiun. Kemungkinan untuk dipindah dari kantor emang ga ada, kecuali kami mau pindah sendiri hehe.

Nanti, aku ceritain yaa gimana perbedaan dari beberapa kota yang pernah aku tinggali. Kali aja bermanfaat buat temen-temen yang mau pindah ke salah satu dari kota itu hehe.

duapuluhtujuhnovemberduaribulimabelas