Dari Ibnu Abbas, “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi
no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh
Al-Albani)
Kenapa?
Pertama, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2
buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen. Jika kita menghembuskan
napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi
senyawa asam karbonat (H2CO3). Senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang
lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada
baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita
karena dapat membahayakan kesehatan.
Kedua, CO2 bereaksi dengan air maka akan terjadi
H2CO3 dan asam ini adalah asam karbonat bukan asam asetat . Asam
karbonat meskipun bersifat asam, tetapi jenis ini juga banyak digunakan
pada minuman berkarbonat seperti yang kita jumpai di berbagai jenis
soft drink.Efek asam yang dihasilkan
dapat terjadi jika berlangsung pada konsentrasi asam yang tinggi
sehingga menghasilkan kondisi pH larutan yang rendah. Pada konsentrasi rendah, efek asam dapat terjadi
jika terkena kontak terus menerus. Hal ini dapat terjadi seperti pada
kasus orang yang sering mengkonsumsi minuman soft drink, maka akan ada
efek pengeroposan gigi atau iritasi lambung.
Ketiga, pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja. Mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Paling mudah dideteksi adalah nafas atau bau mulut juga sering tercium. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.
Ketiga, pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka tidak hanya mengeluarkan gas hasil pernafasan saja. Mulut juga akan mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Paling mudah dideteksi adalah nafas atau bau mulut juga sering tercium. Bau mulut ini mengindikasikan ada partikel yang juga dikeluarkan dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi, selain itu dapat juga berupa mikroorganisme yang hidup di rongga mulut. Mikroorganisme ini kadang bersifat merugikan dan bersifat sebagai pathogen. Hal inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa sehingga karena berupa partikel padatan akan dapat menempel dan mengkontaminasi pada makanan yang ditiup.
sumber :
www.b2w-indonesia.or.id
tigaaprilduaributigabelas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar