“Kehidupan,
kau mau apa dari kami?”
Ini adalah salah satu cuplikan kata-kata yang ada di
film Dear My Friends. Sederhana, tapi menyentuh.
Perfilman korea udah semakin kreatif sekarang.
Mereka tidak hanya membuat film sweet dengan bintang cantik dan ganteng saja,
tapi udah mulai bikin cerita sederhana tapi kece. Salah satunya film ini. Ingat
film Reply 1988 yang pernah aku review sebelumnya? Nah film “Dear My Friends” ini
mungkin akan menjadi korea series yang paling aku suka setelah Reply 1988.
Ceritanya yang ga melulu soal cinta, tapi soal keluarga. Sweet, lebih sweet
dari film Korea yang bikin termehek-mehek lainnya.
Biasanya film korea dibintangi oleh wanita
cantik dan cowok ganteng yang bikin kita menghayal tingkat tinggi. Setelah
nonton film korea, biasanya kita masih belum bisa move on dari jalan ceritanya
dan berandai-andai, seandainya aku kayak dia. Hahha percayalah ini dialami
hampir semua yang nonton film korea. Nah berbeda dengan feel yang kita rasakan
saat nonton film ini. Yang main film ini 90% nya adalah orangtua, usianya
sekitar 50 tahun ke atas. kebayang kaan? Aku belum pernah nonton film yang
pemainnya orangtua begini. Wkwk. Diceritakan persahabatan 7 orang lanjut usia
dari jaman mereka muda sampe tua, sampe punya anak dan cucu. Persahabatan
mereka keliatan tulus banget, saling bantu dan saling dukung. Kece!
Selain berrcerita soal keluarga, lebih tepatnya
tentang ibu. Aku selalu berpendapat, sekeras-kerasnya seorang anak, akan mewek
kalo udah membahas masalah orangtua, terlebih lagi soal ibu. Ibu adalah orang
yang tidak akan pernah pergi, sebesar apapun anaknya tumbuh, mereka akan tetap
butuh ibunya dan ibunya akan selalu mendampinginya.
Aku merekomendasikan film ini untuk ditonton.
Banyak hikmah yang bisa diambil dari film ini.
Happy watching !
enamoktoberduaribuenambelas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar